Gempa Bumi Jumat 19 Oktober 2018 di Sibolga

PeristiwaTerkini.com - Gempa kembali mengguncang wilayah Indonesia pada Jumat 19 Oktober 2019.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi terjadi di Sibolga Sumut pukul 05.12 WIB.

Gempa yang mengguncang wilayah Sibolga itu berkekuatan magnitudo 5.0 SR.

BMKG dalam rilisnya di akun twitter menyebutkan gempa berlokasi di darat sekitar 23 km arah timur laut Sibolga.

Gempa berada di kedalaman 146 km dan tidak berpotensi tsunami.

Berikut informasi lengkap dari BMKG:

"#Gempa Mag:5.0, 19-Oct-18 05:12:15 WIB, Lok:1.81 LU,98.98 BT (23 km TimurLaut SIBOLGA-SUMUT), Kedlmn:146 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG,"


PeristiwaTerkini.com – Gempa bumi mengguncang Selatan Banten dini hari tadi, Minggu (14/10/2018) pukul 02:38 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, Gempa dengan kekuatan 5,2 Skala Richter (SR) tersebut berpusat di koordinat 105,26? BT dan 9,0 LS, pada kedalaman 10 km.

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gempa terjadi akibat reaktivasi sesar yang disebabkan oleh litosfer samudera yang mendekati zona subduksi dan menekuk ke dalam parit (trench) laut dalam.

“Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 105,26 BT dan 9,0 LS, dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 10 km, berjarak 292 km barat daya Lebak, Banten. Berdasarkan informasi dari The United States Geological Survey , Amerika Serikat melaporkan bahwa pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,955?LS dan 105,369?BT, dengan magnitudo M 5,0 dan kedalaman 4,1 km,” ungkap rilis dari PVMBG, dilansir esdm.go.id, Minggu (14/10/2018).

Kondisi geologi daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, yaitu pesisir selatan Banten, secara umum tersusun oleh batuan sedimen berumur Tersier, serta batuan Kuarter berupa batuan gunung api dan batuan sedimen serta endapan alluvium.

Guncangan gempa bumi biasanya akan terasa lebih kuat pada batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.

Gempa bumi berpusat di lempeng samudra Indo-Australia, di luar zona subduksi atau disebut gempa bumi outer rise. Gempa bumi terjadi akibat reaktivasi sesar yang disebabkan oleh litosfer samudera yang mendekati zona subduksi dan menekuk ke dalam parit (trench) laut dalam.

Berdasarkan informasi GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, sesar penyebab gempa ini mempunyai mekanisme sesar normal dengan orientasi baratlaut-tenggara.

PVMBG memastikan gempa bumi ini tidak memicu tsunami karena walaupun pusat gempa berada di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk membangkitkan tsunami.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami, namun demikian PVMBG tetap meminta masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Gempa Bumi Palu

PeristiwaTerkini.com, Palu - Gempa bumi disusul tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), benar-benar meluluhlantakkan banyak bangunan. Bahkan, ada satu kampung di Palu yang hilang bak ditelan bumi.

Hal itu diceritakan oleh Arman (45), salah seorang pengungsi. Dia mengatakan kampung itu sudah lenyap. Gempa bumi yang mengguncang Palu membuat kontur tanah bergeser hingga menimbulkan longsor.


“Di situ pak kalau kita mau lihat. Itu kasihan satu kampung habis ditimbun sama longsor pas gempa sama tsunami itu datang. Jalan lubang, putus semua rumah-rumah penduduk sampai tidak kelihatan karena sudah tenggelam ditutup tanah langsung. Hilang itu kampung,” ujar Arman.

Sesuai dengan arah yang ditunjukkan oleh Arman, kampung itu berada di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan. Arman sendiri sempat mendatangi lokasi kampung yang sudah kehilangan peradaban tersebut. Menurut Arman, sebagian besar bangunan baik permanen maupun semi peramanen tertimbun di bawah tanah kering.

Jalan aspal yang membentang menuju pusat kampung itu terbelah. Aksesnya terputus. “Kemungkinan pak, di sana pas sebelum air datang, gempa dulu, karena agak lama gempanya. Langsung terbelah jalan, sampai masuk di kampung baru langsung tertimbun, seperti diisap, ditarik masuk ke dalam tanah. Kayak digulung begitu baru ditutup tanah,” paparnya.

Di sana, ia bahkan sempat meminta sedikit keterangan dari warga asli setempat terkait terimbunnya lokasi tersebut. Amran juga sempat memperlihatkan sejumlah dokumentasi foto kondisi kampung yang disebut dihuni ratusan jiwa penduduk itu kepada JawaPos.com.

Di foto yang diperlihatkan, puing-puing bangunan rumah nyaris tak terlihat akibat tertimbun tanah. Di atas timbunan terpampang pemandangan layaknya pematang sawah yang ditumbuhi rerumputan dan ladang tandus.

Sayangnya, Amran enggan memberikan gambar itu kepada awak media. Alasannya dia tidak ingin menambah beban kekhawatiran dan membuat suasana di Palu semakin genting. “Saya kasih liat saja karena kami ini sebelum ke sini (rumah dinas gubernur, Red) singgah dulu ke sana, lihat betul itu kenyataannyan disana. Ternyata memang parah sekali,” ucapnya.

Sejauh ini sama sekali belum ada bala bantuan di kampung tersebut. Diperkirakan banyak korban yang masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan yang roboh.

Sementara itu, di sekitar rumah dinas Gubernur Sulteng, sejumlah korban masih bertahan di tenda-tenda darurat pengungsian. Rumah dinas tersebut berada di pusat kota Palu.

Dengan perlengkapan seadanya, mereka bertahan di halaman rumah dinas. Beberapa di antaranya memilih bertahan di tenda pengungsian dan lahan kosong di sekitar area.

Tsunami di Palu

PeristiwaTerkini.com, Jakarta -  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan tinggi tsunami yang menerjang Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) dilaporkan mencapai enam meter.

"Kami menerima laporan, tsunami di Palu kemarin ternyata ada yang tingginya mencapai enam meter," ujar Sutopo di Kantor BNPB Jakarta, Sabtu (29/9).

Sutopo menjelaskan pihaknya menerima laporan bahwa ketika tsunami terjadi, ada seorang warga yang menyelamatkan diri dengan memanjat pohon setinggi enam meter. Tapi ternyata masih kena juga.

"Kalau data BNPB ini tsunami melanda empat wilayah dan tiap wilayah ketinggian tsunaminya berbeda dengan status waspada dan siaga," kata Sutopo.

Untuk melihat daerah yang terlanda tsunami dan ketinggiannya, BNPB masih memerlukan citra satelit untuk bisa melakukan pendataan. Menurut Sutopo, tsunami tidak sama tinggi karena tergantung topografi wilayah dan materinya,

Lebih lanjut Sutopo mengatakan, BNPB akan berkoordinasi dengan peneliti tsunami dari berbagai instansi, untuk membantu melakukan pendataan sekaligus untuk mengetahui tingkat ancaman tsunami dan gempa di wilayah Sulawesi.

"Kemudian perlu menjadi pembelajaran ke depan, terkait dengan tata ruang di kota Palu dan Donggala yang perlu disesuaikan dengan tingkat ancaman gempa dan tsunami yang ada," kata Sutopo.

Wilayah Kota Palu dan Donggala dijelaskan Sutopo dilewati oleh sesar patahan Palu-Koro yang setiap tahun bergeser atau bergerak 35 milimeter sampai dengan 45 milimeter. Sehingga ini menjadi patahan dengan pergerakan terbesar kedua di Indonesia, setelah patahan Yapen, Kepulauan Yapen, Papua Barat, dengan pergerakan mencapai 46 milimeter per tahun.

"Patahan ini pernah menyebabkan gempa dengan magnitude 7,9 skala richter," kata Sutopo.

Tsunami Menerjang Palu Sulawesi Tengah Sulteng

Jakarta - Gelombang tsunami mulai menerjang Palu, Sulawesi Tengah. Tsunami ini terjadi setelah gempa bumi mengguncang Palu dan Donggala.

"Memang benar tsunami terjadi di Palu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (28/9/2018).

Belum ada keterangan lebih lanjut terkait pukul berapa tsunami ini terjadi, juga berapa tinggi gelombang tsunami ini. Tsunami ini menerjang Pantai Talise, Palu.

"Dampaknya juga belum bisa diketahui, karena komunikasi putus semuanya," kata Sutopo.

Donggala diguncang gempa 7,7 SR. Palu juga diguncang gempa 5,9 SR.

Desain Pakaian Ini Bakal Bikin Kita Berpikir Yang Enggak - Enggak

"Ajining diri soko lathi, ajining rogo soko busono.."

Mungkin di antara kita masih sangat asing dengan pepatah Jawa yang satu ini. Jika di terjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia, pepatah tersebut dapat di artikan "harga diri seseorang ditentukan oleh tutur katanya (lathi = lidah), nilai penampilan seseorang tergantung dari pakaian yang ia kenakan".

Dari pepatah Jawa inilah kita bisa menarik kesimpulan bahwa cara seseorang menilai orang lain yang baru pertama kali kita temui yaitu dari cara berpakaiannya. Jika berpakaiannya saja awut - awutan, orang akan menilai kita sebagai orang yang kurang teratur. Sebaliknya, jika cara kita berpakaian rapi maka orang juga akan menilai kita sebagai orang yang teratur.

Maka, demi sebuah penampilan yang bagus dan pantas, seseorang rela merogoh kocek lebih dalam. Apalagi bagi kalangan menengah ke atas, gaya berbusana akan sangat di perhatikan demi menunjang penampilannya. Busana juga bisa sekaligus sebagai pembeda antar lapisan masyarakat. Orang akan dengan mudah menebak si A itu orang berada hanya dari penampilannya.

Tapi jangan salah, meski terkadang kita merasa pakaian yang kita kenakan tersebut sudah matching dan keren, tapi belum tentu orang lain sama melihatnya. Bisa jadi orang lain akan melihatnya sebagai pakaian yang aneh dan fail. Bisa karena bentuknya yang aneh, bisa juga karena desainnya yang gagal. Kalau kita tetap nekat memakai baju yang desainnya gagal ini, di jamin deh pasti malah bikin kita malu.


Seperti yang di alami sama emak - emak yang satu ini. Niatnya sih memakai baju yang bisa memberikan kesan ramping, tapi kok malah kelihatan jadi rrrrrrrramping ya.. *mendadak gagu



Nggak jauh beda sama ibu - ibu yang satu ini. Maunya sih bergaya dengan pakai pakaian terusan dari baju hingga celana berwarna merah, di tambah lagi dengan baju luar berwarna hitam, tapi kalau dari belakang kok jadi aneh ya? Ada penampakan roket gitu?



Gagal paham deh sama designer yang bikin baju yang di kenakan sama mbak - mbak pembawa acara berita yang satu ini. Kalau mau buat dua saku di dada sih nggak masalah. Masalahnya adalah kenapa musti di kasih kancing juga? Jadi gagal fokus kan?



Pakaian cewek di kasih gambar karakter - karakter kartun sih emang kelihatan lucu. Tapi beda jadinya kalau karakter kartunnya malah terkesan ngintip kayak yang di foto di atas. 



Kalau yang tadi, yang bisa ngintip cuman karakter kartun saja, yang ini kita semua bisa melihatnya dengan jelas. Lihat apa sih? Bayangin saja kalau cewek pakai celana kayak yang di foto di atas, apa yang bakal kelihatan?










Saat Hubunganmu Sedang Rumit, Katakan Ini Kepada Pasanganmu

Di dalam sebuah hubungan tidak selamanya akan selalu indah, pasti ada saja hal yang membuat pasangan itu berantem bahkan hingga putus walaupun hanya hal sepele. Namun tidak semua permasalahan harus diselesaikan dengan cara putus yang tak jarang dapat membuat kita merasa menyesal sudah mengambil keputusan yang salah. Sebelum membuang barang-barangnya ketempat sampah, lebih baik bicarakan baik baik bagaimana kelanjutan hubungan kalian.

Berikut ini adalah 10 hal yang bisa kamu ucapkan kepada pasanganmu saat berantem atau saat hubungan kalian mengalami masa masa sulit.

1. "Apa yang kamu butuhkan dari aku sekarang?"


Pada setiap hubungan tentunya pernah terjadi perbedaan pendapat, dan ini merupakan suatu hal yang wajar. Terkadang kita ingin melampiaskan kemarahan kepada pasangan tapi respon pasangan kita hanya biasa saja atau sebaliknya. Saat kita hanya berdiam dan saling memunggungi, pertanyaan ini bisa membuat kita berbalik dan berbicara dengan pasangan, apakah kita ingin tetap tinggal atau terlepas.


2. "Mau aku bantu, gak?"


Pertanyaan yang sederhama namun bisa membuat pasangan kita merasa dihargai. Sambil memijat lembut punggungnya yang sudah lelah bekerja seharian membuat pasangan kita merasa nyaman. Menanyakan pertanyaan diatas bisa memberitahu pasangan kita kalau kita peduli sama dia walaupun dengan apa yang hubungan kalian alami sekarang.


3. "Maaf"


Kita tahu kamu melakukan kesalahan dan ingin memperbaiki kesalahan itu. Kata maaf adalah kata yang sangat sederhana namun dapat meluluhkan hati apalagi dibarengi dengan tindakan penyesalan. Jangan gengsi minta maaf sama pasangan kamu ya.


4. "Terimakasih"


Bersyukur lah memiliki pasangan yang masih bisa mengerti kita dan memerima kita apa adanya. Berterimakasih lah kepada pasangan karena dia masih menemani hari hari kita. Terimakasih untuk hal-hal kecil yang dilakukannya hanya untuk membuat kamu senang atau sekedar membantu sedikit pekerjaanmu, pasti akan membuat pasangan kamu senang. "Terimakasih sudah menjadi bagian dalam hidupku."


5. "Plis, maafin aku"


Meminta maaf dan memaafkan memang merupakan hal yang sulit dalam suatu hubungan. Tidak jauh beda dengan poin 3, meminta maaf itu harus mengorbankan gengsi, tapi kita juga harus mikir kalo tidak minta maaf hubungan ini bakal makin rumit.

6. "Aku cinta kamu" / "aku sayang kamu"


Kalimat yang selalu sukses bikin luluh kalo lagi berantem. Itulah mengapa kita tidak perlu mengucapkan kalimat ini tiap hari karena bakal kedengaran biasa aja dan tidak ada artinya. pengucapakn kalimat ini cukup kuat untuk menjadi senjata kalau kamu lagi berantem.

Nah itu tadi kata atau kalimat yang bisa kamu ucapkan kepada pasanganmu kalau lagi berantem, selamat mencoba.



Powered by Blogger.